PERALATAN INSTALASI LISTRIK RUMAH TINGGAL

Tuesday, June 3, 2014

Stopkontak stopkontak tembokAdalah terminal penghubung listrik antara steker alat elektronik dengan instalasi listrik, ada juga yang menyebut alat ini dengan nama "lubang colokan". ada dua jenis stopkontak yaitu: inbow dan outbow, inbow adalah jenis stopkontak yang dipasang  atau ditanam di dalam dinding sedangkan stopkontak outbow adalah jenis stopkontak yang dipasang di luar tembok.
Sakelar
Adalah alat pemutus atau penyambung arus listrik dari sumber listrik ke beban misalnya lampu atau alat elektronik.

sakelar
Steker
Adalah alat penghubung listrik dari stopkontak ke kabel penghubung alat elektronik.
Tedus
Adalah wadah yang terbuat dari plastik, umumnya berbentuk bulat, berfungsi untuk melindungi sambungan kabel, biasanya dipasng pada tembok atau kayu plapon.

gambar steker
Kabel
Adalah penghantar/konduktor listrik yang berfungsi sebagai media untuk mengalirkan lsitrik, berbentuk kawat yang panjang, dibungkus dengan plastik PVC.
Isolasi listrik
Adalah plastik pembungkus yang memiliki perekat di salah satu sisinya yang digunakan untuk menutup sambungan kabel untuk mencegah terjadinya konslet atau tersentuh kulit manusia yang dapat mengakibatkan tersetrum.

Fitting 
Adalah tempat untuk menempatkan lampu, kedua lonektornya tersambung dengan kabel listrik bermuatan positip dan negatip.
Kabel roll listrik
Adalah beberapa stopkontak yang diparalelkan dengan kabel panjang yang digulung di dalam kotak plastik yang bersatu dengan beberapa stopkontak di atasnya.

Pipa listrik
Adalah pipa yang digunakan untuk pemasangan instalasi listrik di dalam dinding tembok, biasanya terbuat dari logam atau PVC.
MCB
Adalah alat pemutus dan penyambung arus listrik di rumah, fungsinya adalah: 

  • pemutus kelebihan pemakaian listrik di rumah yang melebihi kemampuan MCB.

  • mencegah kebakaran yang diakibatkan oleh konsleting listrik, MCB akan secara otomatis memutus listrik dari PLN ke rumah bila terjadi konsleting.    
KWH (kilo watt hour)Adalah alat pencatat pemakaian listrik, ada dua jenis KWH, yaitu:

  • KWH analog, adalah jenis KWH yang generasi pertama yang mencatat pemakaian listrik , pada KWH ini terdapat angka-angka yang dapat berputar sesuai dengan banyaknya pemakain listrik, dengan jenis ini konsumenakan membayar tagihan listriknya setiap bulanhnya sesuai data uang tercatat pada kwh.
  • KWH digital, adalah kawh yang keluar setelah KWH analog, KWH ini akan menunjukkan angka-angka token listrik yang terpakai setelah diidi oleh pulsa listrik sebelumnya, jenis ini disebut juga KWH pra bayar, yaitu setiap konsumen yang menggunakan jenis KWH ini harus mengisi pulsa listriknya agar listrik dapat terus mengalir ke dalam rumah.

Klem kabel
Adalah Penjepit kabel yangberbentuk setengah lingkaran berfungsi untuk merapikan jalur kabel dengan memakunya ke kayu plapon. Ukuran klem ada bermacam-macam disesuaikan dengan ukuran kabel yang terpasang.
Lastdop
Adalah alat berbentuk kerucut yang terbuat dari plastik atau keramik, dipakai untuk menutup sambungan kabel jenis ekor babi agar terhindar dari hubungan pendek/konslet
Sikring/Fuse
Adalah alat pemutus atau penyambung listrik, berguna u8ntuk menghindari terjadinya hubungan pendek, sikring ini akan putus bila terjadi hubungan pendek/konsleting antara kabel bermuatan listrik positip dengan kabel yang bermuatan listrik negatip, Ada dua jenis sikring yamng biasa dipakai pada insttalasi listrik di rumah yaitu:


  • Sikring otomatis, adalah jenis sikring yang bekerja dengan dua buah plat (bimetal), bimetal ini akan memanas bila terjadi konslet kemudian kedua bimetal tersebut akan saling menjauh sehingga memutus arus listrik yang mengalir pada kedua plat tersebut, sikring ini dapat bekerja kembali mengalirkan arus listrik bila kabel yang konslet sudah diperbaiki.
  • Sikring manual, adalah sikring yang terbuat dari seutas kawat yang disimoan di dalam kermik, saat terjadi hubungan pendek maka kawat ini akan memanas dan terbakar sampai putus maka terputuslah aliran listrik, jenis sikring ini hanya dapat digunakan sekali pakai, jadi bila putus harus diganti dengan yang baru
Kabel tunggal
Adalah  jenis kabel yang di dalamnya terdapat satu buah kabel yang agak kaku dengan ukuran diameter yang bermacam-macam, Umumnya dipasang untuk instalasi lintrik pada jalur utama instalasi listrik dan percabangannya seperti kabel ke stopkontak, saqkelar, dan lampu.
Kabel serabut
Adalah jenis kabel yang di dalamnya terdiri dari beberapa kawat, terasa lentur/fleksibel, Biasanya digunakan untuk kabel-kabel penghubung dari alat elektronik ke stopkontak.
  
Continue Reading | komentar

CARA MEMPERBAIKI TERMINAL ROLL LISTRIK

terminal stopkontak / terminal rol listrik
Semakin banyaknya peralatan elektronik yang kita miliki membuat kebutuhan akan stopkontak menjadi bertambah, tetapi kebutuhan tersebut tidak berimbang dengan jumlah stopkontak yang tersedia, sedangkan untuk memasang jalur listrik baru yang permanen sudah tidak memungkinkan.

Maka dari itulah banyak orang mencari alternatif lain yang lebih praktis tanpa harus memasang atau menyambung kabel, salah satunya adalah dengan membeli terminal roll kabel. Dengan alat ini kita tinggal menghubungkan stekernya ke stopkontak yang sudah ada di rumah, selanjutnya kabel roll tinggal ditarik sesuai kebutuhan dan dapat langsung digunakan.

Umumnya terdapat empat buah stopkontak yang terpasang pada kotak kabel roll ini dan sebuah lampu indikator yang akan menyala bila listrik sudah terhubung dari steker ke kabel.

Kerusakan yang sering terjadi pada terminal roll listrik
  1. Mati total, Listrik tidak mengalir ke terminal stopkontak pada kabel roll meskipun stekernya telah terpasang ke stopkontak, hal ini dapat dilihat dengan padamnya lampu indikator yang berada di dekat terminal kabel roll.
  2. Stopkontak pada terminal roll tidak bisa digunakan, tapi lampu indikator menyala,
  3. Listrik yang mengalir ke terminal roll listrik kadang-kadang mati kadang-kadang hidup, hal ini ditandai dengan menyala dan matinya lampu indikator secara bergantian.
Untuk lebih jelas mengenai cara memperbaiki terminal kabel roll yang rusak silahkan simak penjelasannya di bawah ini.


Mati total,
Listrik tidak mengalir ke terminal stopkontak pada kabel roll meskipun stekernya telah terpasang ke stopkontak, hal ini dapat dilihat dengan padamnya lampu indikator yang berada di dekat terminal kabel roll..

Cara memperbaiki;
    bagian dalam kotak terminal rol listrik
  1. Buka skrup yang ada pada terminal stopkontak lalu pisahkan/angkat penutup stopkontak.
  2. lihatlah seluruh bagian yang terdapat di dalam kotak kabel roll, apakah kedua kabel tersambung dengan baik ke terminal stopkontak? bila tersambung dengan baik maka kemungkinan jalur kabel dari terminal ke steker ada yang putus.
  3. Untuk mengetahui apakah kabel putus atau tidak, dapat diuji menggunakan tespen atau  AVO meter
Dengan tespen: 
    cara mengukur dengan tespen
  1. masukkan steker ke stopkontak, tekan sakelar pada terminal rol ke posisi "on"
  2. masukkan ujung tespen ke lubang pada terminal rol listrik, lakukan pengujian ini pada semua lubang.
  3. Bila tidak ada lubang yang dapat menyalakan tespen cobalah cabut steker kemudian masukkan lagi ke stopkontak dengan posisi steker dibalik(diputar 180derajat), 
  4. Ulangi mengukur terminal pada roll seperti sebelumnya(poin 2) , bila tespen masih tidak menyala maka dapat dipastikan kedua kabel putus di dalam, tetapi bila tespen dapat menyala pada salah satu luibang maka hanya satu kabel yang terputus di dalam.
R X 1 KDengan Avo meter :
    cara mengukur jari steker
  1. Cabut steker dari stopkontak
  2. Atur posisi sakelar pemilih pada avo meter pada skala R X 1 Kilo Ohm, 
  3. Tempelkan salah satu probe(stik pengukur) pada AVO meter ke salah satu jari steker sedangkan probe yang lain ke salah satu lubang stopkontak
  4. Kabel yang masih baik/tersambung akan ditunjukkan dengan bergeraknya jarum penunjuk pada AVO meter ke arah kanan dan diam di angka nol.
  5. sedangkan kabel yang terputus akan ditandai dengan tidak bergeraknya jarum penunjuk pada AVO meter.
  6. Ulangi urutan pengukuran kabel pada steker dan lubang stopkontak yang lainnya seperti di atas untuk mengetahui apakah kabel yang lain terputus juga atau tidak.

cara mengukur lubang terminal pada rol listrikCara mengetahui letak kabel yang terputus tanpa menggunakan tespen atau AVO meter:
Cara ini hanya dapat dilakukan pada kabel yang putus sebelah.
  1. Masukkan steker ke stopkontak 
  2. Nyalakan terminal rol listrik dengan merubah posisi saklar ke posisi "on"
  3. Mulailah menekuk-nekuk kabel mulai dari pangkal steker sampai ujung kabel yang terdekat dengan kotak terminal sambil
    letak jarum yang diam pada avo
    memperhatikan lampu indikator pada kotak terminal rol.
  4. Bila saat menekuk-nekuk kabel ternyata lampu menyala dan mati secara bergantian berarti di tempat kabel yang kita tekuk terdapat kabel putus yang tersambung oleh tekukan kita,
  5. Kupaslah pembungkus kabel lalu periksa kabel mana yang putus.
  6. Setelah ditemukan kabel mana yang putus maka sambunglah kabel yang putus tersebut dengan benar
  7. BIla letak kabel yang putus dekat dengan steker sehingga tidak memungkinkan untuk disambung maka pasanglah steker baru
    letak jarum avo pada angka nol
    pada ujung kabel. 
Bila cara di atas tidak berhasil maka anda dapat menggunakan cara "asal tebak" yaitu cara yang dilakukan dengan memotong kabel, cara ini dilakukan dengan cara berurut yaitu:
  1.  Potong kabel dengan panjang kira-kira 50cm dari steker,
  2. Ukur masing -masing kabel yang menuju kotak terminal roll menggunakan AVO meter dengan R X 1Kohm,
    cara menekuk kabel
  3. Tempelkan salah satu probe ke salah satu kabel sedangkan probe lainnya ke salah satu lubang pada terminal rol listrik, kabel yang baik adalah ditunjukkan dengan  bergeraknya jarum avo ke kanan, sedamgkan kabel yang putus ditunjukkan dengan tidak bergeraknya jarum avo.
  4. Bila pada pengujian di atas masih ada kabel yang putus maka lakukan pemotongan kedua yaitu dengan memotong kabel sepanjang 50cm dan ulangi pengujian pada poin 2 dan poin 3.
  5. lakukanlah pengujian di atas sampai tidak ditemukan lagi kabel
    kabel roll listrik yang sudah diganti stekernya
    yang putus, biasangan letak kabel yang putus adalah pada kabel yang terdekat dengan steker karena di bagian itulah kabel sering bergerak ditarik dan diulur sehingga kabel dapat putus di dalam.
  6. Bila anda tidak memiliki AVO meter untuk mengukur kabel maka pasanglah steker baru pada kabel yang dipotong lalu hubungkan steker baru tersebut pada stopkontak lalu lihat lampu indikator pada terminal rol listrik, bila terminal rol listrik menyala berarti kabel sudah betul, tapi bila lampu indikator mati maka lepaskan steker lalu potong lagi kabel sepanjang 50cm dan lakukan pengujian ulang. 
Stopkontak pada terminal roll tidak bisa digunakan, tapi lampu indikator menyala, dan Listrik yang mengalir ke terminal roll listrik kadang-kadang mati kadang-kadang hidup, hal ini ditandai dengan menyala dan matinya lampu indikator secara bergantian.

Cara memperbaiki:
    plat yang longgar
  1. Bukan sekrup pada bagian atas terminal kemudian angkat terminal lalu balikkan sehinghga terlihat bagian bawahnya.
  2. Periksa sambungan kabel dan plat penjepit jari steker.
  3. Bersihkan karat yang biasanya menempel pada plat tersebut menggunakan ampelas.
  4. lihat juga bentuk plat penjepit apakah plat penjepit mampu menjepit setiap steker yang masuk, bila plat terlihat longgar maka perbaiki dengan cara dijepit meggunakan tang.
  5. Bila anda tidak memiliki tang maka anda dapat meggunakan jari telunjuk dan jempol untuk menjepit plat agar kembali ke posisi semula sehingga mampu menjepit jari steker.
  6. Pasang kembali seluruh komponen lalu cobalah menghubungkan kabel roll listrik ke stopkontak lalu teslah salah satu stopkontak pada roll listrik dengan memasaukkan steker alat elektronik ke stopkontaknya, bila alat elektronik tersebut dapat menyala berarti perbaikan kita berhasil.
cara memperbaiki plat dengan jari
Continue Reading | komentar

CARA MEMASANG INSTALASI LISTRIK UNTUK SATU STOPKONTAK+DUA SAKLAR+DUA LAMPU

Kali ini saya akan berbagi ilmu mengenai cara memasang instalasi listrik untuk satu stopkontak+dua saklar+dua lampu. rangakaian ini berguna bila kita ingin mengontrol dua buah lampu pada ruangan yang berbeda menggunakan saklar terpisah untuk masing-masing lampunya dan mempunyai stopkontak yang letaknya berdekatan dengan kedua saklar tersebut. Komponen utama pada rangkaian ini adalah saklar dan stopkontak, kita dapat memilih model penyambungan yang sesuai dengan keinginan kita, misalnya:


  • Model yang terintegrasi dalam satu kotak yang terdiri dari dua buah saklar dan satu buah stopkontak.
  • Model yang terpisah, yaitu pada suatu tempat yang berdekatan kita mempunyai satu kotak stopkontak dan satu kotak berisi dua buah sakelar.

Model apapun yang kita sukai, dalam pamasangan instalasinya tetaplah sama. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Peralatan yang dibutuhkan:
- Obeng plus dan minus
- Tang monyong kombinasi
- Pisau cutter.

Bahan-bahan untuk dipasang:
- Stopkontak yang telah bergabung dengan duabuah saklar
- Kabel NYM ukuran 2X1,5" yang panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan.
- Klem kabel secukupnya.
- Isolasi listrik

Tahap-tahap pemasangan:
  1. Seperti biasa matikan dulu saklar MCB untuk mencegah tersengat aliran listrik
  2. Sambungkan kabel positip dan negatip dari jalur utama instalasi listrik di rumah ke masing-masing konektor yang ada pada stopkontak.
  3. gabungkan/jumper dua buah konektor dari masing-masing saklar menggunakan kabel pendek kemudian sambungkan kabel hasil jumper tersebut ke konektor stopkontak yang tersambung dengan kabel positip(hitam) dari jalur utama instalasi listrik.
  4. Sambungkan salah satu konektor saklar yang belum tersambung ke mana-mana ke salah satu konektor fitting lampu.
  5. Sambungkan konektor saklar yang belum tersambung ke mana-mana ke salah satu konektor fitting lampu.yang lain.
  6. Gabungkan(jumper) kedua konektor dari kedua fitting lampu yang belum terpasang ke mana-mana lalu sambungkan hasil jumper tersebut ke kabel negatip(biru) jalur utama instalasi listrik di rumah.
  7. Bila diperlukan maka pada stopkontak dapat dipasang kabel grunding/arde
rangkaian instalasi
Gambar rangkaian instalasi listrik satu stopkontak+dua saklar+dualampu
 Keterangan gambar:
+, Kabel positip jalur utama instalasi listrik
-,  Kabel negatip jalur utama instalasi listrik
G, kabel grounding/ arde
STK, stopkontak
L1, Lampu1
L2, Lampu2

Setelah semua kabel terpasang tutuplah semua sambungan kabel menggunakan isolasi khusus untuk kabel listrik. Untuk merapikan jalur kabel pasanglah klem kabel di sepanjang kabel dengan jarak antar klem 50cm.
Continue Reading | komentar

CARA MEMASANG KABEL LISTRIK KE STEKER

Bagi anda yang awam atau kurang mengerti dalam hal instalasi listrik Tetapi ingin belajar cara menyambung kabel ke steker maka pada posting kali ini saya akan berbagi pengalaman sederhana yang mudah-mudahan dapat menambah ilmu untuk anda.

Ada beberapa bentuk steker yang ada di pasaran tetapi pada prinsipnya sama yaitu bagaimana caranya agar aliran listrik dari stopkontak dapat tersambung dengan steker yang pada akhirnya listrikpun dapat diteruskan oleh steker ke kabel yang terhubung padanya.

Ada dua jenis steker yang umumnya digunakan dan dijual di toko-toko peralatan listrik yaitu yang berbentuk pipih dan yang berbentuk  agak bulat.

Steker yang berbentuk pipih

Dengan bentuk pipih seperti ini dapat dipastikan bahwa steker hanya dapat disambungkan dengan dua buah kabel yang terdiri dari kabel fasa/positip/api dan kabel negatip/netral, kabel yang digunakan adalah yang berjenis serabut. Steker jenis ini biasanya digunakan sebagai kabel penghubung listrik untuk peralatan elektronik yang menggunakan kabel serabut.

Cara instalasi untuk jenis steker ini sangatlah mudah yaitu hanya dengan menyambungkan kedua kabel ke    masing-masing konektor yang ada di dalam steker, caranya adalah dengan mengikuti bentuk dari konektor yaitu ada yang langsung dililitkan ke konektor lalu dikencangkan dengan sekrup dan ada yang dimasukkan ke bagian belakang jari steker kemudian dikuatkan dengan baud kecil.

Cara memasang kabel untuk Steker yang berbentuk pipih:
1. Kupaslah kedua kabel sampai terlihat kawat tembaga yang berada di dalamnya dengan panjang kira-kira 1cm kemudian pilinlah kawat tersebut agar memudahkan saat pemasangan ke steker.                           2. Bukalah skrup steker sehingga menjadi dua bagian.
3. lilitkan kedua kabel yang telah dikupas ke konektor yang berada di dalam steker lalu kencangkan sekrupnya.
4. Pasang kembali kedua belah steker  dan jangan lupa untuk memasang kembali baud/skrupnya.


Steker yang berbentuk bulat(plus ground) 

Bila dilihat langsung secara fisik steker jenis ini dilengkapi dengan dua buah plat kecil yang berfungsi menghubungkan kabel grounding/arde ke stopcontact, selain itu fungsi dari plat ini adalah sebagai penjepit steker ke stopkontak agar steker tidak mudah lepas dari lubang stopkontak, bila steker ini dibuka maka akan terlihat tiga buah konektor untuk kabel dan plastik penjepit  yang berfungsi mengunci kabel agar tidak bergerak sehingga sambungan kabel ke konektor tidak terganggu. 

Steker ini berguna untuk pemasangan tiga buah kabel yang terdiri dari: kabel positip(hitam), kabel negatip(biru, dan kabel grounding/arde(kuning atau kuning strip hijau), tetapi tidak menutup kemungkinan steker jenis ini dipasang untuk dua buah kabel tanpa grounding.

Cara memasang kabel untuk Steker yang berbentuk bulat(plus ground)


1. Siapkan kabel yang akan disambung, kupas ketiga ujung kabel sampai terlihat kawat tembaganya kira-kira 1cm.
2. Bukalah badan/body steker kemudian lepaskan plastik pengunci kabel dengan melonggarkan kedua sekrupnya.
3. Longgarkan baud konektor yang menempel pada ujung belakang jari steker dan baud yang terpasang pada plat yang berada di tengah.
4. masukkan kawat tembada biru dan kawat tembaga hitam ke konektor yang berada pada kedua jari steker.




5. Sambungkan kabel kuning ke konektor yang berada di tengah lalu kencangkan skrupnya.
6. Pasang pengunci kabel hingga menekan kabel kemudian kencangklan kedua sekrupnya.

Bila anda tidak memakai atau tidak memerlukan kabel arde/grounding tetapi ingin menggunakan steker jenis ini maka hanya dua buah kabel yang tersambung ke kedua konektor jari steker sedangkan  konektor di tengah yang berfungsi  sebagai penyambung kabel ground diabaikan saja.

Jenis steker ini dapat dipakai untuk kabel yang  berjenis serabut ataupun tunggal, bila anda memakai kabel serabut untuk disambungkan ke steker ini maka sebelum dihubungkan pilinlah dulu kawat tembaganya agar serabutnya menjadi satu agar memudahkan saat pemasangan dan mencegah  sebagian serabutnya terlepas dan konslet dengan kabel yang lain.
Sumber
Continue Reading | komentar

CARA MEMPERBAIKI SAKLAR LISTRIK TEMBOK

Saklar Listrik
Saklar listrik adalah salah satu alat instalasi listrik yang berfungsi menyambungkan dan memutuskan arus listrik sebuah beban misalnya lampu, pada suatu saat sakelar ini dapat mengalami ganguan yang mengakibatkan lampu yang disakelarnya tidak menyala saat saklar di ON kan, atau pada kasus lain lampu dapat menyala tetapi redup dan berkedip, semua gejala seperti itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu:
  • Lapu yang sudah putus
  • komponen pada fitting lampu mengalami kerusakan.
  • Kabel instalasi ada yang putus.
  • Komponen di dalam sakelar mengalami ganguan kerusakan.
Untuk lampu yang sudah putus maka gantilah dengan lampu yang baru. Dan untuk memperbaiki sakelar listrik silahkan simak uraiannya di bawah ini:
Peralatan yang dibutuhkan:
- Obeng plus
- Obeng minus
- Koas kecil
- Ampelas
Tahapan-tahapan memperbaiki sakelar listrik tembok                                                                                                                                                                                   
Gambar Saklar listrik
 
1. Untuk keselamatan saat  perbaikaan agar tidak tersengat arus listrik maka matikanlah listrik di rumah dengan meng OFF kan tuas MCB.
2. Lepaskanlah sakelar dari tembok dengan melonggarkan kedua sekrup yang menempel pada sakelar menggunakan obeng plus.
3. Setelah sekrup terlepas tariklah badan saklar ke arah luar tembok secara pelan-pelan, kemudian lepaskan kabel yang terhubung dengan terminal yang ada pada bagian belakang sakelar kemudian bawalah sakelar ke tempat yang terang untuk memudahkan saat perbaikan.
4. Perhatikan bentuk sakelar bagian belakang bagaimanakah sistim rekatnya apakah memakai baud atau pengunci, bila perekatan rumah sakelar memakai sistim sekrup maka untuk dapat membuka sistim mekanisnya lepaskanlah sekrup tersebut tetapi bila sistim rekatnya menggunakan sistim pengunci maka congkellah penguncinya menggunakan obeng minus sehingga rumah sakelar dapat terbuka.  
 
5. Setelah rumah sakelr telah terbuka maka akan terlihatlah sistim
mekanis sebuah sakelar yang terdiri dari beberapa plat logam dan per  / pegas, penyebab tidak terkoneksinya listrik ke lampu bersumber dar
sistim mekanisnya, sistim mekanis sakelar tidak akan berfungsi dengan baik bila tertutup oleh kotoran atau benda asing lain yang menutupinya, pada saklar listrik yang tertanam di tembok rumah kerusakan pada umumnya disebabkan oleh semut yang membuat sarang di dalam sakelar.
Gambar Saklar tertutup sarang semut
6. Perhatikanlah contoh gambar terlihat sakelar mekanis yang penuh dengan sarang semut, bersihkanlah  bagian yang penuh dengan debu, kotoran atau semut menggunakan koas kecil. 
7. Selain membersihkan menggunakan koas ampelaslah konektor yang berkekatan dengan pegas yang berfungsi memutuskan dan menyambungkan arus listrik.
8. Untuk mencegah semut tidak kembali membuat sarang pada sakelar maka letakkanlah kapur barus di dalam tedus.
Gambar saklar sudah dibersihkan
9. Setelah pembersihan selesai maka pasanglah kembali seluruh komponen sakelar kemudian pasanglah sakelar ke tembok,
10. Nyalakanlah listrik dengan meng ON kan tuas MCB. cobalah menyalan lampu dengan nenekan sakelar tembok yang telah diperbaiki, bila lampu menyala dengan normal maka perbaikan berhasil. Tetapi bila lampu tidak menyala maka periksa ulang komponen mekanis sakelar mungkin ada yang tidak terpasang atau bergeser posisi.
Continue Reading | komentar (1)

CARA MENYAMBUNG/MELILIT KABEL SERABUT

Posting saya kali ini adalah kelanjutan dari postingan Saya sebelumnya yaitu tentang cara menyambung kabel listrik tunggal, dikarenakan banyaknya saya jumpai sambungan kabel serabut yang tidak memenuhi syarat keamanan, apalagi untuk sambungan kabel listrik pada alat-alat elektronik sangat beresiko konslet yang mengakibatkan kebakaran. Untuk menghindari akibat negatip dari kesalahan saat menyambung kabel serabut, di bawah ini saya rangkum beberapa pedoman untuk keamanan dan keselamatannya yaitu:
  • Kabel serabut yang disambung harus benar-benar kuat agar tidak mudah lepas saaat tertarik, untuk memperkuat sambungan kabel serabut sebaiknya setelah kabel disambung diikuti dengan menyoldernya dengan timah, bila tidak disolder dapat juga dengnan mmbuat simpul sambungan yang kuat.
  • Tutuplah kabel yang disambung menggunakan lasdop yang umum dijual di pasaran atau bisa menutupnya menggunakan isolasi khusus untuk kabel listrik yang tehan terhadap cuaca dan api.
  • Untuk sambungan dua kabel yang saling berdekatan diusahakan ada jarak di antara kedua sambungan tersebut agar terhindar dari hubungan pendek atau konsleting.

Cara menyambung kabel serabut yang aman:

Gambar
1. Kupaslah kedua ujung kabel yang akan disambung kemudian pilin serabut tembaga hingga menjadi satu.

2. Dekatkan kedua ujung kabel dengan posisi saling silang (gambar1)






Gambar
3. Pilin kedua kabel kira-kira dua atau tiga putaran(gambar 2).









Gambar 3
4. Lipat kedua ujung kabel ke arah bawah (gambar3).









Gambar 4
5. Pilin kedua ujung kabel yang telah terlipat ke bawah sebanyak dua atau tiga putaran(gambar 4).








Gambar 5
6. Lilitkan masing-masing sisa ujung kabel ke arah kiri dan kanan, usahakan tidak ada tontolan karena tonjolan kabel dapat merobek isolasi(gambar 5).







Gambar 6
7. Tutuplah sambungan dengan isolasi sampai tidak terlihat lagi sambungan kabel yang terbuka(gambar 6).








Gambar 7
8. Untuk sambungan kabel yang berdekatan maka letak sambungan kabelnya diusahakan saling berjauhan(gambar 7) 
Sumber
Continue Reading | komentar

TAHAPAN-TAHAPAN MEMASANG INSTALASI LISTRIK DI RUMAH

Banyak orang yang menyerahkan urusan pemasangan instalasi listrik mereka kepada jasa instalatir dengan biaya yang cukup besar, untuk anda yang ingin sedikit memangkas biaya pengeluaran pemasangan listrik anda dapat memasang sendiri di rumah dengan mempelajari tekhnik pemasangan instalasi, uraian saya di bawah ini adalah salah satu cuntoh sederhana, untuk pengembangannya disesuaikan dengan bentuk rumah yang dibangun, perlu duketahui bahwa pemasangan instalasi listrik ini dipasang setelah sebuah rumah telah terpasang KWH dan MCB oleh pihak PLN. untuk anda yang ingin belajar pemasangan instalasi listrik silakan baca tahapan-tahapannya di bawah ini :
  1. Membuat gambar perencanaan untuk jalur listrik, untuk rumah baru yang dibangunn dari awal, rencanakanlah posisi sakelar, stopkontak dan fitting lampu sebelum rumah dibangun karena tahapan awal pemasangan listrik dilakukan setelah pemasangan bata dan sebelum pemasangan plesteran tembok, saat itulah dipasang pipa-pipa untuk kabel listrik pada dinding yang belum diplester.
  2. Pemasangan pipa untuk kabel listrik, pasanglah pipa kabel di dinding yang belum diplester berikut tedusnya, tedus ini adalah tempat untuk meletakkan sakelar atau stopkontak agar menempel kuat di dinding tembok.Untuk dinding yang belum diplester maka untuk pemasangan pipa ini plesterannya harus dilepas dulu dengan cara dibobok menggunakan pahat, ukurlah ketinggian tedus yang sesuai dengan kebutuhan.
  3. Pemasangan kabel jalur utama, pemasangan jalur utama ini di pasang mulai dari tempat keluarnya kabel dari MCB sampai ujung stopkontak yang terakhir, jalur ini dipasang pada kayu plapon melewati pipa listrik yang keluar dari tembok.
  4. Penyambungan kabel lampu, sakelar dan stopkontak. Sambunglah semua kabel dengan benar dan aman,ukurlah panjang kabel seoptimal mungkin, jangan sampai setelah dipasang ternyata tidak mampu menjangkau sekrup terminal pada fitting lampu, sakelar atau stopkontak, gunakanlah kabel yang sesuai dengan peruntukannya.
  5. Pemasangan sakelar, dan stopkontak, pemasangan ini dilakukan setelah pipa listrik sudah ditutup oles plesteran dan tembok  sudah rapi dicat, tutuplah setiap sambungan yang terbuka menggunakan isolasi khusus untuk kabel listrik, pasanglah setiap ujung kabel yang terpasang pada setiap sekrup terminal dengan kuat untuk menghindari peerubahan letak yang mengakibatkan konsleting dan tidak terkoneksinya arus listrik.
  6. Pemasangan fitting lampu beserta lampunya, pasanglah fitting lampu dengan kuat menempel di plapon karena fitting ini akan menahan beban sebuah lampu, pakailah fitting yang sesuai dengan jenis lampu yang akan dipasang karena setiap lampu mempunyai panas yang berbeda-beda, fitting lampu yang terbuat dari bahan plastik yang tipis mudah sekali meleleh oleh panas lampu.
  7. Proses uji coba, cobalah nyalakan MCB diikuti menyalakan seluruh lampu dan memasukkan steker alat elektronik ke setiap stopkontak, pemasangan dianggap berhasil bila  semua lampu dapat dinyalakan dan dimatikan oleh sakelar secara normal dan semua stopkontak dapat menyalakan/dipakai alat elektronik.
Continue Reading | komentar
Powered by Blogger.